Dari Buah Golobe, Presiden Percayakan STIKMAH Tobelo Kembangkan Riset Untuk Covid

71

BNI.id, (Halut – Maluku Utara) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Halmahera (STIKMAH-Tobelo), mendapat kepercayaan dari Presiden dan Kemenristek Dikti serta LPDP Kementrian Keuangan, untuk salah satu inovasinya masuk sebagai Consorsium Riset Percepatan Penanganan Covid19 secara Nasional, Rabu (08/07/2020).

Dr. dr. Arend L Mapanawang, Sp. Pd, Finasim Sebagai Ketua Kampus Stikmah dan Selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Halmahera Utara (Halut), saat diwawancarai Bedah Nusantara mengatakan, selama 5 tahun melakukan riset akhirnya membuahkan hasil dengan mendapat kepercayaan dari Presiden dan Kemenristek Dikti Serta LPDP Kementrian Keuangan, salah satu inovasi dari kampus Stikmah ini yang masuk sebagai Consorsium Riset Percepatan Penanganan Covid19, dimana herbalove uang terdiri dari produk Golarend, Pangiend dan Starend dengan bahan baku dari kearifan lokal Maluku Utara (Golobe) dan Sulawesi Utara (Daun Pangi)”, katanya.

Lanjutnya, tahap-tahapan yang dilakukan dalam riset dari bahan lokal sudah dilakukan mulai dari uji laboratorium sebagai tahapan awal dan kepada pasien normal telah dilakukan sampai saat Ini, dan kini kami hanya sisa menunggu etikolega dan standarisasi produk herbalove dari balai POM RI. Atas kepercayaan ini kami akan masuk dalam tahap uji klinik dan dalam planning kami menargetkan kurang lebih 300 sampel pasien reaktif Covid-19 di Maluku Utara dan 100 Sampel di Sulut” ucapnya.

“Kami harapkan herbalove ini atau inovasi dari kampus stikmah Tobelo ini dapat memberikan sumbangsi ke Negara dalam hal menggali potensi local dimana Maluku Utara, sejak abad Ke-16 terkenal sebagai wilayah rempah-rempah atau negeri rempah-rempah dimana nangsa Luar seperti Spanyol, Portugis dan Belanda datang Hanya Untuk Mencari Rempah-Rempah Sebagai Kekayaan Negeri Ini. Diantarnya, Cengkeh, Pala Dan Minyak Kayu Putih Namun Itu Dimasala Lalu” ,

“Jadinya untuk sekarang kami kembangkan rempah jenis baru dalam bentuk herbal yang lebih kurang 60 jenis kearifan local selama 5 tahun kami lakukan penelitian dan kami temukan ada 6 jenis yaitu herbal marine dari laut, buah-nuahan dan dari daunan, ini kami temukan ada 6 Jenis bahan baku yang berpotensi aktivasi dan aktivitasnya untuk penghambat virus serta ada beberapa aktivasi anti bakteri dan sisanya itu sebagai suplemen regenerasi dll”, ucap dr. Arend

dr. Arend menegaskan, dimana di masa pandemic ini kami telah memiliki bank herbal, sudah ada klaster atau pemetaan. Akan fakus pada aktivitas terhadap virus sehingga daun Pangi, Golobe dan Bintang Laut Merah yang telah kami Eksplorasi dan Uji Laboratorium, bahkan kami telah patenkan menjadi produk Herbalove, sementara 3 bahan lain masih dalam tahap penelitian, kami menunggu registrasi dan izin dari balai POM untuk memproduksi”, tegas Arend.

Dr. Arend L. Mapanawang, yang juga sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Halmahera Utara, merencanakan akan melakukan kerja sama dengan seluruh Pengurus PMI Se-Indonesia dari Aceh sampai Papua, Untuk menjadi distributor produk Herbalove Ini”. harapnya. (A. Rahman/03).

Editor : Onetria