Jumat, Desember 4, 2020

Gubernur Sulut Siapkan Program Padat Karya 20 M

13

BNI.id, (Manado – Sulut) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey menyiapkan program padat karya senilai Rp20 miliar bagi masyarakat yang kehilangan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19 di Sulut.

Olly mengatakan kapan berakhirnya pandemi tak dapat diprediksi siapa pun. Kendati demikian aktivitas masyarakat termasuk lewat program padat karya harus tetap berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Saat ini kita berada di situasi krisis. Jadi cara berpikir kita harus super, agar supaya masyarakat merasakan pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Olly usai memimpin rapat yang diikuti Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen dan seluruh kepala Perangkat Daerah (PD) di Kantor Gubernur, Senin (6/7/2020).

“Jangan berpikir ini situasi biasa-biasa saja, karena kita tidak tahu sampai kapan. Karena itu pemerintah mempersiapkan program untuk pemberdayaan masyarakat secara langsung. Yakni program padat karya, sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan kita siapkan proyek padat karya,” tambahnya.

Olly menerangkan bahwa dana program padat karya bersumber dari pergeseran anggaran di sejumlah PD. Tambah dia, program padat karya dilakukan lewat pekerjaan membersihkan irigasi, saluran air dan pekerjaan padat karya lainnya.

“Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Makanya kita siapkan proyek padat karya, antara lain dengan membuat saluran bersih, saluran irigasi. Program ini sangat baik untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Dan nantinya mereka akan mendapatkan gaji harian,” sebut Olly.

Untuk program padat karya, pemerintah sambung Olly telah mengalokasikan sekitar Rp20-an miliar.

“Masyarakat yang kehilangan pekerjaan akan mendapatkan pekerjaan,” kata Olly sembari mengingatkan pembayaran gaji tidak boleh ada pemotongan.

“Pekerjaan program padat karya ini dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. Jadi tidak akan dilakukan pemotongan. Jadi kalau gaji satu hari Rp125 ribu, maka pekerja harus bekerja dari jam 9 sampe jam 4 sore,” katanya.(Theresia/01).

Editor: Hunter