“Gawat”, Halsel Darurat Kasus Pencabulan Anak

78

BNI.id, (Halsel – Maluku Utara) – Prestasi langkah kembali ditorehkan Kabupaten Halmahera Selatan, prestasi ini dituntut menjadi perhatian serius semua kalangan, karena Halmahera Selatan tercatat dalam sejarah dengan tingkat kekerasaan dan pelecehan seksual terhadap anak usia pelajar (pencabulan anak dibawah umur) tertinggi, Sabtu (04/07/2020).

Purba, kepala Rutan Labuha ditemui Bedah Nusantara mengutarakan bahwa dari 99 orang penghuni Rutan, 60 orang Narapidana dengan kasus pencabulan anak dibawah umur.

Purba, dalam kesempatan itu merasa heran, karena selama puluhan tahun berkarir di Rutan dan Lapas di 5 provinsi dengan puluhan kabupaten/kota baru pertama di Halmahera Selatan yang narapidananya mayoritas dengan kasus pencabulan anak dibawah umur.

“Heran juga saya, Halsel ini banyak tahanan dengan kasus pencabulan anak dibawah umur, ada apa? ini baru pertama saya temui dari puluhan tahun saya berkarir”, pungkasnya.

Saat ini ada 99 orang penghuni rumah tahanan Labuha dengan klasifikasi. 60 orang pencabulan anak dibawah umur, pembunuhan 7 orang, perjudian 7 orang, pencurian 5 orang, penganiyayaan 6 orang, kesusilaan 5 orang, narkoba 2 orang, lakalantas 3 orang, KDRT 2 orang, perikanan 3 orang dan kepemilikan saguer 2 orang. (Wances/03).

Editor : Onetria