Diteror Oknum Jaksa, AGD Dieksekusi Tanpa Surat Perintah

649

BNI.id, (Halsel – Maluku Utara) – Eksekusi merupakan pelaksanaan putusan hakim terhadap suatu perkara pidana yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap (Ingkracht van gewijsde). Eksekusi harus dicantumkan dalam amar putusan agar memiliki kepastian hukum, Selasa (30/06/2020).

Petikan putusan nomor : 22/Pid.B/2020/PN.Lbh dengan terdakwa Arter George Daeng alias Sors, putusan tertanggal 15 Juni 2020 terdakwa dinyatakan tidak di tahan. Dengan dasar putusan tersebut terdaqwa beserta keluarga memutuskan balik ke desa Kawasi Kecamatan Obi.

Kepada Bedah Nusantara Felista Istri terdaqwa menguraikan pada tanggal 23 Juni, Fali pegawai kejaksaan berkomunikasi dengan saya selaku istri terdaqwa, agar menghadap ke kejaksaan atas perintah oknum jaksa SES via watshapp. Saya belum respon karena pengacara kami mengarahkan harus ada surat perintah, tanggal 24 Juni RSK kembali berkomunikasi agar menghadap ke kejaksaan, bahkan saya diteror dan diancam akan ditetapkan DPO oleh okunum Jaksa RSK” urai Felista.

Lanjut Felista, Kamis 28 Juni 2020 sekretaris desa Kawasi Franus Datang, mendatangi kediaman kami menyampaikan perintah jaksa agar saya dan suami segera menghadap ke kantor Kejaksaan Labuha, jika tidak menghadap akan di jemput paksa oleh Jaksa, dengan menunjukan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, BA tersebut tidak ada tanggalnya. Dan pada tanggal 29 Juni 2020 kami kembali didatangi polisi mendandaklanjuti perintah kejaksaan agar menghadap ke kejaksaan tanpa menunjukan surat perintah eksekusi, ucap Felista Kokiroba.

“Kami di datangi polisi, agar menghadap ke kejaksaan, saya tanyakan mana surat perintahnya, polisi mejawab mereka hanya di perintah lewat pesan watshapp, tanpa menunjukan surat perintah” pinta Felista Kokiroba.

Sore tadi didampingi polisi terdaqwa bersama istri ke bacan, pihak kejaksaan pun langsung menjemput di pelabuhan, dalam pengamatan media ini jaksa yang menjemput adalah ajudan Jaksa Reza Ferdian, kasih intel kejaksaan Ridwan serta beberapa pegawai kejaksaan.

Jaksa Resa Ferdian ketika awak media mempertanyakan surat perintah eksekusi, Reza Ferdian mengarahkan agar di tanyakan saja ke kasih intel kejaksaan. Kasih Intel kejaksaan Labuha Ridwan, ketika di tanya surat perintah eksekusi, Ridwan mengatakan bahwa ada, didesak oleh pewarta dan penasehat hukum Safri Nyong, SH, agar tunjukan surat perintah eksekusi, Ridwan berkilah dengan mengatakan nanti datang ke kantor ajaa, ucap Ridwan kasih Intel Kejaksaan.

Perlakuaan oknum jaksa Halsel ini diduga karena permintaan sejumlah uang, belum dipenuhi oleh terdaqwa. Penasehat hukum Safri Nyong, SH pada awak media mengatakan bahwa jaksa yang melakukan eksekusi tanpa menunjukan surat perintah adalah bentuk penghinaan terhadap konstitusi Republik Indonesia. (Isto/05)

Editor : Onetria