Tim Medis Minta Peserta Karantina Disupport Selama Tahap Isolasi Covid – 19

  • Bagikan

 

BNI, id (Selayar, Sulsel) – Tim Medis selaku penanggung jawab kesehatan, peserta karantina yang diisolasi di Rayhan Square, minta agar masyarakat tidak menjustifikasi, bahwa mereka adalah pasien Virus Covid – 19.

Hal ini disampaikan oleh penanggung jawab kesehatan, dr. Frengki Wijaya, saat ditemui di Posko pengawasan Covid – 19, Hotel Rayhan Square, Jalan Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng, Kepulauan Selayar, Kamis (30/4/2020).

“Pemantauan dilakukan secara berkala, yakni pagi, siang dan malam untuk memeriksa suhu tubuh mereka”, kata dr. Frengki Wijaya yang juga Kepala UPT, Puskesmas Benteng.

Adapun peserta karantina yang diisolasi di Rayhan Square, berjumlah 20 orang dengan menggunakan 19 kamar, satu kamar diantaranya, ditempati suami isteri dan ada 5 orang diisolasi mandiri di rumahnya.

Dari 20 orang peserta karantina yang diisolasi, setelah diperiksa suhu tubuhnya antara 36, 5 sampai 37 derajat Celcius. Hingga saat setiap pemeriksaan, mereka belum memiliki keluhan.

Sementara untuk lokasi lainnya yang ditentukan oleh pemerintah Kepulauan Selayar, adalah Hotel Safira dibawah pengawasan kesehatan pihak RSU KH. Haiyung dan Selayar Beach Hotel dibawah pengawasan kesehatan, adalah pihak Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Hanya saja persiapan berupa makanan mereka sebagaimana yang dialami kemarin, Kamis, 29 April, sedikit terlambat dan itu cepat teratasi”, jelas Dr. Frengki Wijaya.

Kita bersyukur karena edukasi yang kami berikan, itu mereka terima dengan ikhlas dan mereka sadar bahwa itu untuk memutus mata rantai virus Corona.

Dari 20 orang, peserta karantina yang diisolasi, mereka adalah selain masyarakat biasa, juga ada ASN, Mahasiswa, bahkan ada Dosen dan Dokter.

Dia bersama beberapa anggota Tim lainnya, dari unsur anggota TNi, Polri, Sat Pol PP serta Tim Kesehatan.

Kepala UPT Puskemas Benteng, selaku penanggung jawab Kesehatan bahwa peserta karantina, di Rayhan Square, mereka akan jalani selama 14 hari kedepan sebagai masa isolasi”, jelas dr. Frengki Wijaya. (Rizal/04)

Editor : Syam Hunter.

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara