Pemprov. Sulut Fasilitasi Relaksasi Debitur Dengan OJK, Pembiayaan

  • Bagikan

BNI.id, ( Kab.Manado – Sulut ) – Aspirasi masyarakat Sulut terkait keringanan cicilan kredit di leasing difasilitasi Pemprov Sulut, Rabu ( 29/4/ 2020 )

Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Wagub Steven Kandouw, menggelar rapat melalui video conference (vidcon) dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut, perwakilan leasing dan perwakilan debitur.

“Pemprov menfasilitasi OJK, perusahaan peminjaman dan debitur untuk membicarakan soal relaksasi, ” kata Wagub kepada wartawan.

Mengenai hasil pertemuan itu,  kata Wagub,  semua sepakat diberikan akses bagi debitur untuk mendapatkan relaksasi cicilan.

“Akses untuk debitur dibuka sebesar-besarnya,” ujar Wagub.
Rapat secara online itu dihadiri pula perwakilan lembaga non keuangan (leasing)  dan perwakilan debitur. Sementara dari Pemprov, hadir juga Asisten II Praseno Hadi dan Karo Ekonomi Hanny Wajong.

Rapat tersebut membahas realisasi Peraturan OJK nomor 11 tentang stimulus ekonomi, dan Peraturan OJK nomor 14 tentang restrukturisasi perusahaan pembiayaan.

“Harapannya untuk membantu masyarakat mendapatkan fasilitas keringanan tersebut secara lebih jelas, gampang dan cepat,” kata Wagub.

Dikatakannya, ada 10.854 debitur terdampak situasi penyebaran Covid 19 dengan total nilai mencapai Rp527 miliar.
Dari penyampaian di dalam Vidcon tersebut ternyata sudah terestrukturisasi sebanyak  5.000 debitur dengan nilai Rp234 miliar.

“Jadi sudah 44 persen debitur,” ungkapnya.
OJK juga membuka layanan hotline bagi debitur -debitur yang membutuhkan informasi dan keluhan.  Tak melihat status, bahkan ASN yang punya cicilan kendaraan misalnya juga bisa dapat relaksasi.

Pemprov juga mendorong kebijakan membantu di sisi pembayaran pajak kendaraan. Wagub mengatakan, dari Bapenda juga diberikan keringanan.

“Tidak ada denda keterlambatan, tidak ada pajak progresif untuk CC tertentu,” imbuhnya.( Theresia /03 )

Editor : Imam

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara