Gubernur NA Minta Bupati dan Walikota Pantau Harga Agar Dapat Dikendalikan

  • Bagikan

 

BNI, id (Selayar,Sulsel) – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) meminta kepada Kepala Daerah dan Walikota agar melakukan pemantauan harga terutama yang lebih intensif penyumbang inflasi, sehingga gejolak harga dapat dikendalikan.

Hal ini disampaikannya Gubernur NA, saat pertemuan dengan Perwakilan Bank Indonesia dan sejumlah Kepala Daerah se Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2020).

Vidio Conference (Vicon) bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Perwakilan Bank Indonesia, Sulsel, dengan agenda High Level Meeting (HLM), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali (MBA) didampingi Sekda Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M. Si, unsur Forkopimda bersama sejumlah Pimpinan OPD terkait.

Gubernur Nurdin Abdullah, sampaikan bahwa untuk memastikan ketersediaan pasokan di setiap Kabupaten/ Kota, Kecamatan dan Desa, bila terdapat kekurangan maka dapat dilakukan kerjasama dengan daerah yang surplus serta dilaporkan ke provinsi. ini dalam menyikapi hal tersebut, sejumlah rekomendasi disampaikan.

Pertemuan yang dilakukan bersama para Bupati dan Walikota se Sulawesi Selatan melalui video conference ini, membicarakan beberapa hal terkait dampak penyebaran covid-19 yang sudah hampir di seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang mengakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat dan kegiatan usaha.

Hal tersebut akan berdampak pada perekonomian di sulsel dan berpotensi pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat di Bulan Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2020, khususnya di tengah pandemi covid-19.

Selain itu kata NA, produsen, distributor dan agen agar tetap menjaga ketersediaan bahan pokok secara continue dengan harga yang wajar. TPID provinsi maupun kabupaten/kota bersama satgas pangan diminta agar melakukan kunjungan/sidak ke pasar-pasar tradisional/modern, gudang pengecer dan sentra distribusi untuk memastikan kewajaran harga dan menghindari tindakan yang dapat memicu kenaikan harga.

“Bersama dengan forkopimda melakukan pengawasan terhadap penyaluran, ketersediaan, stabilitas harga dan ketersediaan BBM baik di provinsi maupun di kabupaten/kota di Sulsel. Untuk menjaga stabilitas harga maka tim TPID provinsi dan kabupaten/kota dapat melakukan operasi pasar, sidak pasar, pasar murah dengan sistem online,” jelas NA. (RLS /Rizal/04)

Editor ; Syam Hunter

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara