Diduga Pembiayaan MAf Manfaatkan Situasi Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Diduga Leasing MAF tak mematuhi instruksi Presiden RI.

BNI.id, ( Kab. Gowa – Sulsel ) -Tampaknya instruksi dan himbauan presiden Joko Widodo tentang pemberian keringanan kepada kreditur akibat dampak Covid 19 atau virus corona tidak diindahkan oleh para leasing, Kamis ( 30/04/2020 ).

Salah satu leasing MAF di Kabupaten Gowa yang beralamat di Jl Mesjid Raya Sungguminasa diduga tidak punya rasa kasihan terhadap Nasabahnya. Tidak tanggung-tanggung, alih-alih memberikan keringanan malah memberikan bunga di atas 50% yang harus dibayarkan setiap bulannya dan angsuran tetap dihitung normal setelah 3 bulan.

“Kasihan kami pak, kalau angsuran Rp 800 ribu berarti harus bayar Rp 400 ribu perbulannya.

Bukannya membantu malah mau mencekik kami sebagai nasabah,” ungkap RM, salah satu nasabah yang tidak ingin disebut identitasnya.

RM sudah membayar cicilan sepeda motornya merek Yamaha selama 3 bulan ini. Diduga RM, satu dari sekian banyak nasabah yang merasa dizalimi Leasing MAF Gowa.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Sulawesi Selatan, Dhito Arsandy mendesak pemerintah dan pihak berwenang mengawasi perusahaan-perusahaan leasing yang tidak bersinergi dengan tujuan pemerintah dalam penanganan Covid 19 meringankan beban masyarakat.

Menurut koordinator LSM PERAK Dhito Arsandi, Kalau memang benar Perusahaan seperti ini harus disanksi dan kami akan mencari tahu pelanggaran pelanggaran apa saja yang diduga dilakukan PT. MAF terhadap konsumennya selama ini,”
Lanjut Dhito.

PT.MAAF LEASING ini telah memanfaatkan keadaan konsumen ditengah adanya wabah virus covid-19 sehingga begitu mudahnya menarik kendaraan yang dimiliki konsumen.”tegas Dhito.

Namun pihak leasing MAF belum memberikan keterangan apapun disaat kami menghubungi melalui via telfon seluler,sehingga berita ini kami naikkan agar pihak leasing MAF bisa untuk memberikan kembali keterangan yang sebaik baiknya.tutup Dhito Arsandi. ( Andi Nurul Falah / 03 ).

Editor : Imam

  • Bagikan
error: Bedah Nusantara