Derap Karir MAYOR TNI -AD (purn) Muhammad Saleh Karaeng Sila.SR.YM.

4417

BNI.id,(Jakarta) – Gonjang ganjing Sebagai Angkatan darat tidak pernah membuat surut untuk mengabdi kan dirinya kepada negara dan masyarakat hinga mencapai titik sebagai Purnawirawan.

Dengan suksesnya mendirikan gerakan Ormas PETA.dengan berbasis massa ratusan ribu.Kini terpanggil dari hati nuraninya sebagai patriot nasionalisme MAYOR TNI -AD (purn) MAYOR TNI – AD [ Purn ] Muhammad Saleh Karaeng Sila.SR.YM. membentuk Partai yang di beri nama PARTAI INDONESIA MANDIRI (PIM) bersama para sahabatnya.

MUHAMMAD SALEH KARAENG SILA. SR, YM , Putra asli dari Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Lahir pada 10 Juni 1978 .

Riwayat Pendidikan dan Prestasi

Tahun 1990 Lulus Sekolah Dasar (SD) .
Tahun 1993 Lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).Tahun 1996 Lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tahun 1996 Menjadi siswa Teladan dengan keterampilan dibidang elektronik yaitu Membagi arus listrik dengan alat yang sederhana dengan bahan dasar triplek .

Tahun 1996 Pendidikan AKABRI.
Tahun 1998 Pendidikan Dasar Pasukan Udara (PARA) di Batu Jajar – Bandung.
Tahun 1999 Prestasi demi prestasi diraih selama pendidikan di AKABRI , sehingga memperoleh kenaikan jabatan hingga 4 x berturut – turut selama dalam kurun waktu 1 tahun.

Komandan Regu Batalyon Madya Korps Taruna.Komandan Pleton Batalyon Madya Korps Taruna.Komandan Kompi Batalyon Madya Korps Taruna.

Komandan Batalyon III Candra Dimuka Korps Taruna. “ Hal – hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah berdirinya Akademi Militer baik di Indonesia maupun di Luar Negeri.
Tahun 1999 Bulan Desember dilantik menjadi perwira.

Tahun 2000 Kelulusan Pendidikan Infantri dengan urutan Rangking ke 5.Tahun 2001 Memperjuangkan hak prajurit walaupun jabatan dan dirinya menjadi korban.

Tahun2002 Pemecah rumus koordinat Geografis ke koordinat Taktis tanpa menggunakan GPS.

Tahun 2003 Dilantik menjadi pelatih terbaik Raider oleh Jendral TNI Ryamizad Ryacudu dan melatih para pelatih Kostrad Raider serta Batalyon Raider.
Tahun 2004 Ikut dalam Darurat Militer II Aceh.

Tahun 2005 Kursus Perwira Operasi.
Tahun 2007 Melatih Batalyon Raider 514 Bondowoso.

Tahun 2008 Menciptakan sistem pembayaran gaji prajurit yang berbeda dan diresmikan oleh Negara tahun 2011 yaitu ATM Merah Putih.

Tahun 2009 saat di Batalyon Linud 501 mengajukan pengunduran diri dari TNI namun komandan Batalyon dan para senior tidak merestui.

Tahun 2009 Melanjutkan sekolah perwira di Bandung.

Tahun 2010 Menjabat sebagai Kasi Logistik Brigif 20 Timika dan membuat konsep perumahan prajurit termurah di Indonesia yaitu perumahan tipe 36 dengan harga dibawah Rp. 100 Juta, adapun nama perumahan tersebut adalah Perumahan Tentara 01 di Timika – Papua.

Tahun 2011 Menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon 754 – Dansubsatgas TNI Dan memberikan hak – hak Satgas Darat, Laut, Udara, meskipun oknum atasan membenci. Dan juga telah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menyelesaikan Sengketa industrial PT. Freeport.

Tahun 2012 Mengundurkan diri sebagai anggota TNI.

Tahun 2012 Manager Operasional PT. Putra Bintang Mimika di Timika – Papua.
Tahun 2013 Manager Operasional PT. Indimatam Group di Timika – Papua.
Tahun 2013 Manager Security PT. GBU di Kutai Barat – Kalimantan Timur.
Tahun 2014 Manager Security dan HUMAS PT. Kedap Sayaq di Kutai Barat

Kalimantan Timur.Tahun 2014 Menjadi Panglima Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) di Jakarta.Tahun 2015 Project Manager PT. DAP di Kalimantan Timur.

Tahun 2015 Manager Security PT. Kideko di Tanah Grogot – Kalimantan Timur.
Tahun 2015 Direktur Utama PT. Pandawa Mandiri Sejahtera di Jakarta.
Tahun 2015 Komisaris PT. Arka Jaya di Jakarta.

10 November 2015 Dipilih menjadi Panglima Besar PETA 1 KOMANDO oleh Rakyat Jelata dan diangkat secara De Facto.

Pengunduran diri ini dilakukan agar bisa lebih leluasa berjuang bersama rakyat yang selama Ini tertindas dengan tujuan utama adalah Negara harus kelola kekayaan alam bangsa sendiri sesuai dengan amanah pasal 33 UUD 1945 dan Pancasila sila ke 5 demi kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia tanpa terkecuali, bukan untuk Kapitalis Asing beserta antek – anteknya.(Hunter/01)

Editor.Syamhunter